Me 1

Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah. Jatuh bukan berarti kalah, itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.

Me 2

Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

Me 3

Hidup ini terlalu berharga tuk habiskan waktumu memikirkan dia yang tak memperlakukanmu dengan baik, dan tak pernah menganggapmu ada.

Me 4

Jangan membenci mereka yang mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena merekalah yang buatmu semakin kuat setiap hari.

Me 5

Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan.

Sepeda Pertama di Dunia


Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.


Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.

Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede.

Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.







source : CLUSBI

Makhluk Ini Setengah Manusia Setengah Kera

Ilmuwan baru-baru ini berhasil mengungkap karakteristik spesies Australopithecus sediba. Mereka mengungkap bahwa spesies tersebut memiliki karakteristik setengah manusia setengah kera. A sediba adalah spesies kuno yang eksis sekitar 2 juta tahun lalu. Spesies ini adalah anggota bangsa Australopithecines. Dalam evolusi, perkembangan bangsa tersebut yang kemudian memunculkan spesies manusia. Jeremy DeSilva dari Boston University yang menjadi pemimpin analisis fosil tulang A sediba menjelaskan, ada beberapa karakter yang menjadikan spesies tersebut dikatakan punya karakter manusia maupun kera. Bagian atas tulang rusuk spesies itu mirip kera, tetapi bagian bawahnya mirip manusia. Sementara tulang tangan, kecuali bagian pergelangan tangan dan telapak tangan, mirip kera, yang menunjukkan adanya keahlian untuk memanjat. Karakter gigi A sediba juga merupakan perpaduan antara manusia dan kera. Debbi Guatelli Steinberg dari Ohio University yang juga terlibat riset menuturkan, selain A sediba, spesies lain yang punya gigi mirip manusia adalah A africanus. Ciri tulang kaki A sediba juga unik. Bagian telapak kaki belakang sempit sehingga tak mendukung gaya jalan tegak. Namun, tulang pinggul menunjukkan karakteristik yang mendukung berjalan tegak. Dengan karakteristik itu, A sediba juga mempunyai gaya jalan yang khas. Jika manusia menapak tanah dengan bagian telapak kaki belakang lebih dulu, A sediba menapak tanah dengan bagian samping kaki lebih dulu. Selanjutnya, telapak kaki akan melingkar ke dalam. Bagaimana jika manusia berjalan dengan gaya yang sama dengan spesies ini? DeSilva seperti dikutip AP, Kamis (11/4/2013), mengatakan, "Saya telah berjalan keliling kampus dengan cara ini dan ini menyakitkan." A sediba memiliki karakteristik tulang kaki yang khas sehingga rasa sakit tidak muncul. DeSilva mengungkapkan, karakteristik spesies itu dikembangkan untuk mendukung aktivitas memanjat sekaligus berjalan tegak di tanah. Meski karakteristik A sediba telah diketahui, ilmuwan belum bisa menyimpulkan apakah memang A sediba nenek moyang langsung spesies manusia. Ilmuwan juga belum mengetahui apakah A sediba lebih dekat kekerabatannya dengan manusia dibanding A africanus. source : KOMPAS

Mengintip Kemitraan Tahu Goreng Aneka Rasa

Camilan tahu goreng sudah populer di kalangan masyarakat kita. Supaya punya ciri khas dan cita rasa khusus, Herman Susilo di Surabaya berkreasi dengan menambah beragam rasa pada tahu goreng buatannya. Maka, lahirlah camilan yang dinamai Kuch2 HoTahu. Herman memilih nama itu supaya menarik dan gampang diingat. Meski usaha ini baru dirintis tahun 2011, ia berani langsung menawarkan kemitraan. Ia mengklaim sudah memiliki ratusan gerai Kuch2 HoTahu, di seluruh Indonesia. "Ada 20 gerai milik pusat yang berlokasi di Kudus. Sisanya, milik mitra," ujar Diah Sri Mulyani, pegawai Kuch2 HoTahu. Pembuatan tahu goreng Kuch2 HoTahu hampir sama dengan tahu goreng biasa. Hanya, setelah digoreng, tahu ditaburi atau dibalur dengan bumbu kering racikan Herman. Ada 20 pilihan rasa, seperti keju, pedas, pizza, sapi panggang, balado, jagung dan ekstra hot. Setiap bungkus berisi 15 potong tahu, dan dibanderol berkisar Rp 3.000-Rp 3.500 per bungkus. Tertarik menjajal usaha ini? Siapkan investasi Rp 8,5 juta jika Anda berada di Pulau Jawa. Namun, jika di Luar Pulau Jawa, investasinya lebih mahal, yaitu Rp 9,5 juta. Mitra akan mendapat satu gerai berukuran 60x130x170 cm, satu set perlengkapan masak, seragam karyawan, training karyawan lewat VCD, dan manual standard operating procedure (SOP) usaha ini. Mitra hanya diwajibkan membeli bumbu dari pusat. "Harga jual produk tergantung lokasi daerah," jelas Diah. Dengan asumsi tiap hari menjual 60 bungkus, mitra bisa meraup omzet Rp 5,4 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya produksi, sewa tempat dan gaji karyawan, keuntungan bersih mitra mencapai Rp 1,7 juta sebulan. Maka, mitra bisa balik modal dalam 5 bulan. Kini, Kuch2 HoTahu juga memiliki lebih dari 10 mitra master kemitraan yang menguasai tiap provinsi. Hingga akhir tahun ini, Herman berharap melawat mitra master, jumlah total mitra bisa bertambah menjadi 500 mitra. source : KOMPAS

Pelabuhan Tertua di Dunia Ditemukan


Arkeolog menemukan pelabuhan tertua di dunia. Pelabuhan tersebut ditemukan di tepi Laut Merah, yang dipercaya berusia 4.500 tahun dan aktif pada masa Firaun Khufu (Cheops).

Tim arkeolog yang menemukan percaya bahwa pelabuhan yang ditemukan merupakan yang paling penting pada masa Mesir Kuno. Pelabuhan digunakan untuk membantu pengangkutan tembaga dan mineral lain ke Semenanjung Sinai.

Diberitakan Daily Mail, Selasa (16/4/2013), pelabuhan yang ditemukan dibangun di wilayah bernama Wadi al-Jarf, 180 km di sebelah selatan Terusan Suez. Pelabuhan ini diduga 1.000 tahun lebih tua dari struktur pelabuhan mana pun di dunia.

The harbor, discovered on the Red Sea coast, is believed to date back 4,500 years, to the days of the Pharaoh Khufu (Cheops) in the Fourth Dynasty

Bersama penemuan pelabuhan tersebut, peneliti juga menemukan 40 papirus yang memberi gambaran kehidupan Mesir Kuno pada masa kekuasaan Firaun Khufu.

Papirus mengungkap petunjuk bagi para pekerja di pelabuhan untuk mendapatkan roti dan bir. Papirus juga mengungkap aktivitas Merrer yang terlibat pada pembangunan Piramida Giza, kuburan Khufu.

"Dia melaporkan perjalanannya ke lahan batu kapur untuk mendapatkan bahan yang digunakan untuk membangun piramida," kata Mohhamed Ibrahim, Menteri Kebudayaan Mesir.

They includes details of the arrangements for getting bread and beer to the workers heading out from the port. One tells of an official named Merrer, who was involved in building the Great Pyramid of Giza

"Meski kita takkan belajar apa pun dari konstruksi monumen Cheops ini, catatan ini menyuguhkan wawasan pertama kali tentang hal ini," imbuh Ibrahim. Peneliti yang terlibat dalam penemuan pelabuhan ini berasal dari Badan Arkeologi Perancis.

source : KOMPAS

Inilah 8 Tips Menghadapi Kegagalan Ujian


Ujian Nasional Sekolah Menengah Umum yang berlangsung di Jakarta memasuki hari ke tiga. Idealnya, sebelum mengikuti ujian, orang tua harus menyiapkan mental anak, terutama jika ternyata belakangan tidak lulus ujian. Psikolog dan dokter Sonia Wibisono menjelaskan, orang tua manapun tentu ingin anak mereka menuai sukses. Tetapi orang tua melupakan bahwa terkadang hidup ini ada naik dan turun, ada sukses dan ada juga kegagalan. "Pola asuh anak seharusnya membuat anak terbiasa mempersiapkan dua sisi yaitu sukses dan gagal," katanya ketika dihubungi Rabu 17 April 2013. “Dengan pola asuh macam itu, anak terbiasa mempersiapkan dan mengolah pengalaman kehidupannya menjadi sesuatu,” ujar Sonia. Berikut adalah sejumlah tips untuk orangtua yang anaknya menghadapi kegagalan ujian.

 1.Tanamkan perasaan selalu bahagia dan tetap tersenyum menghadapi kegagalan.

 2.Ingat kegagalan bukan berati fatal tapi bermakna sukses yang tertunda.

 3.Berjiwa besar bahwa menikmati kegagalan ujian meski sudah belajar, mempersiapkan diri dan berjuang keras itu indah dan menjadi pendewasaan dan evaluasi diri.

 4.Selalu berpikir positif dengan menanamkan bahwa gagal ujian bukan karena malas belajar tetapi ada faktor lain.

 5.Biasakan diri menerapkan sikap ketika menuai sukses bukan sesuatu yang istimewa dan gagalpun soal biasa.

 6.Lebih mempersiapkan diri untuk mengulang untuk menempuh ujian berikutnya.

 7.Tidak menyalahkan orang tua, keluarga, lingkungan, guru dan sekolah. 8.Melakukan penghiburan diri bisa rekreasi, menonton ke bioskop, makan, main game yang pokoknya kegiatan yang membuat hati bahagia bukan perasaan terpuruk.

 source : TEMPO

Belahan Jiwa



Suatu hari Nasrudin berperilaku aneh. Ia menaiki keledai dengan arah badannya menghadap ke ekor. Tentu saja ini mengundang banyak protes, banyak yang bertanya apa maksud pecinta lelucon tingkat tinggi ini? Awalnya, Nasrudin hanya diam, tetapi karena ditanya oleh banyak orang, akhirnya ia menjawab sambil menggumam, “Saya tidak tertarik merenungkan ke mana kehidupan akan pergi, saya hanya tertarik memeditasikan dari mana kehidupan berasal.” Inilah entakan khas ala Nasrudin. Pertama, direnungkan tidak direnungkan, kehidupan tetap berjalan ke depan bersama sang waktu. Suka tidak suka, kematian semakin dekat dari hari ke hari. Kedua, tanpa pengetahuan dan pengalaman mendalam tentang asal muasal kita, semua manusia akan bernasib serupa pohon yang dicabut dari akarnya. Itu sebabnya, Plato ribuan tahun yang lalu pertama kali memperkenalkan istilah soul mate (belahan jiwa) sebagai bahan pencarian. Ketidaktahuan khususnya telah membuat manusia percaya bahwa jiwanya terbelah. Lebih menyentuh hati lagi, orang percaya belahan jiwanya ada di luar. Ini yang menjelaskan kenapa anak-anak mimpi basah, remaja mencari pacar, orang dewasa menikah. Sebagian orang mencari belahan jiwanya di tempat suci. Ini juga setali tiga uang, mencari dan kecewa. Berbeda dari pemikiran mainstream, penggali ke dalam diri yang kedalaman penggaliannya mengagumkan menemukan, sejak awal jiwa kita tidak pernah terbelah. Digali tidak digali, ia utuh dan komplet apa adanya. Apa yang disebut Plato dengan belahan jiwa sesungguhnya sejenis kerinduan akan keutuhan (the thirst of wholeness). Dan kerinduan ini lahir dari ketidaktahuan. Itu sebabnya, dalam guided meditation sejumlah sahabat dibimbing dengan lagu: let it be, let it be, let it be, let it be…whisper words of wisdom le it be. Biarkan semuanya mengalir sempurna apa adanya. Tatkala semuanya sudah mengalir sempurna apa adanya, di sana lahir kemungkinan berupa terdengarnya bisikan keutuhan kebijaksanaan. Psikolog Carl G. Jung lebih jernih lagi dalam hal ini. Pria yang alaminya maskulin merasa tidak utuh hidupnya. Untuk itu ia mencari energi feminin yang disebut anima. Wanita yang alaminya feminin mencari energi maskulin yang disebut animus. Toh, runtuhnya lembaga keluarga oleh perceraian khususnya di Barat – beberapa tahun lalu di Amerika Serikat yang menikah 1.250.000 pasangan di tahun berikutnya yang cerai 1.100.000 pasangan – membantah semua ini. Membaranya tempat-tempat di mana dulunya lahir nabi dan buku suci oleh senjata, juga mengusik keyakinan bahwa tempat suci bisa menjadi tempat mencari belahan jiwa. Ujung-ujungnya serupa, setiap pencarian akan belahan jiwa di luar, semuanya berujung pada kekecewaan. Maka, meditasi, yoga, kontemplasi dan zikir, semuanya menggali ke dalam. Meditasi khususnya tekun sekali mengajarkan, ke mana saja bandul pikiran dan perasaan bergerak, selalu dibisikkan: “Kembali ke tengah, saksikan dengan penuh belas kasih, kemudian terima dengan penuh senyuman.” Kenapa demikian, tidak saja karena otak manusia menyukai kondisi home statis yang berada di tengah, tetapi juga karena keutuhan lebih mungkin dirangkul dan dipeluk tatkala batin berada di tengah. Itu sebabnya penekun meditasi tenang dan nyaman hidupnya, di samping karena bandul pikiran perasaan bergerak sangat minimal, batin pun sudah pulang ke keutuhan. Kata keutuhan bila ejaannya diurai menjadi ke-u-Tuhan. Ujungnya adalah kata indah Tuhan. Sebuah keadaan di mana jiwa tidak terbelah, sekaligus tidak memunculkan kerinduan akan hadirnya belahan jiwa di luar. Dalam studi psikologi, ia disebut well being. Keadaan batin yang sangat berkecukupan. Tubuh manusia – demikian pula masyarakat – di satu bagian berisi mulut, di bagian lain ada dubur. Dubur kerap disebut kotor, tetapi tanpa dubur semua tubuh mengalami kehancuran. Dengan cara yang sama, kesedihan, kemalangan, orang jahat di masyarakat senantiasa ada di setiap putaran waktu. Ia bukannya tanpa guna, serupa dubur ia berfungsi untuk membuat keutuhan berputar sempurna apa adanya. Sampai di sini, kehidupan kemudian bukannya cuek dan tidak peduli. Kehidupan menyerupai taman. Tidak ada taman yang sengaja ditanami rumput liar. Kendati tidak ditanam, rumput liar senantiasa tumbuh. Tugas penata taman kehidupan dalam hal ini, kendati tahu bulan depan rumput liar akan tumbuh lagi, tugas mencabut rumput liar tetap dilakukan tanpa keluhan. Maka ada yang berpesan, enlightenment ultimately means letting go all drama and melodrama of life, then simply flow. Pencerahan artinya membiarkan semua cerita berlalu sederhana, buih-buih air lenyap saat hujan, kemudian mengalir. source : SWA

Benarkah Hujan Bisa Ganggu TV Satelit?


Apalagi jika dibarengi petir, layar TV bisa mendadak gelap.


Jika Anda berlangganan TV satelit, baik di rumah, di kantor, atau di rumah kost, tentu layanan bermasalah ketika hujan bukan sesuatu yang baru. Apalagi ketika hujan besar dengan halilintar yang bersahut-sahutan, layar TV bisa mendadak gelap. Semua saluran TV tidak bisa diakses.

Pertanyaannya, apakah hujan yang menjadi penyebab siaran TV satelit terganggu?

Jawabannya, ya. How It Works Daily melansir, TV satelit umumnya menggunakan frekuensi EM dalam jangkauan gelombang mikro.
Panjang gelombang itu antara satu milimeter ke satu meter dengan radio frekuensi antara 0.3 - 300 GigaHertz (GHz). Gelombang ini sangat mudah diserap oleh air. Dengan begitu, air hujan bisa mengurangi kekuatan sinyal atau siaran.
Tetapi, penyelenggara layanan TV satelit mensiasati gangguan uplink itu dengan memperbesar atau memperkuat gelombang mikro, juga menggunakan beberapa stasiun uplink di lokasi yang berbeda agar siaran TV tetap stabil, sehingga pelanggan tetap dapat menikmatinya.

Namun, ada kalanya siaran TV tetap mati ketika hujan besar mengguyur sekitar rumah pelanggan. Pasalnya, jika gelombang mikro dipaksakan menyala dengan jumlah besar, decoder atau alat penerima gelombang di rumah pelanggan tidak pasti kuat menerimanya. Risiko terburuk, alat decoder malah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Di Indonesia, ada beberapa stasiun televisi berlangganan satelit yang populer, misalnya Indovision, Aora TV, Nexmedia, dan YesTV. Dahulu, sempat ada Astro yang cukup membumi. Namun, perusahaan asal Malaysia itu ditutup karena perseteruan antara pemilik saham Astro Malaysia dan Grup Lippo.

source : VIVA