Me 1

Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah. Jatuh bukan berarti kalah, itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.

Me 2

Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

Me 3

Hidup ini terlalu berharga tuk habiskan waktumu memikirkan dia yang tak memperlakukanmu dengan baik, dan tak pernah menganggapmu ada.

Me 4

Jangan membenci mereka yang mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena merekalah yang buatmu semakin kuat setiap hari.

Me 5

Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan.

Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan

10 Tips Mempertajam Daya Ingat



Daya ingat identik dengan faktor usia. Semakin lanjut usia seseorang, semakin menurun daya ingatnya. Namun, banyak cara bisa dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan daya ingat kita.
1. Senam Otak
Otak semacam otot yang perlu dilatih secara berkala. Caranya, buat tantangan atau tebak-tebakkan untuk diri sendiri yang dapat mengasah ingatan. Misalnya, menyebut judul lagu-lagu lama, mengingat bait puisi saat kecil, atau sebut 10 barang yang ada di kulkas.
2. Makanan
Bukan hanya minyak ikan yang dapat mempertajam daya ingat, tetapi juga bahan makanan berwarna merah dan ungu seperti blueberry, buah bit, dan bawang merah. Bahan makanan kaya asam folat seperti brokoli, pisang, dan kacang polong juga bermanfaat menjaga kesehatan otak.
3. Air Putih
Fakta menunjukkan bahwa seluruh fungsi organ tubuh akan berjalan dengan baik ketika mendapat asupan air yang cukup. Tak terkecuali fungsi otak. Biasakan minum 6-8 gelas air putih sehari.
4. Tidur Cukup
Tidur dibutuhkan agar sel tubuh beristirahat dan beregenerasi. Termasuk sel otak. Sebab itu, usahakan bangun kerja sama fisik dan mental yang baik agar tercipta tidur sehat dan berkualitas.
5. Santai
Tekanan atau stres membuat kerja otak melemah dan sulit berkonsentrasi. Dalam kondisi demikian, istirahatlah sejek sambil melakukan aktivitas santai seperti membaca buku, bermain game online untuk memulihkan kerja otak.
6. Permainan Asah Otak
Kebiasaan mengisi teka-teki silang yang tersedia di koran atau memainkan sudoku di telepon genggam bermanfaat positif untuk meningkatkan daya ingat seseorang.
7. Berpikir
Mengingat satu hal yang tak kunjung muncul di kepala pasti menjengkelkan. Saat mengalaminya, jangan panik. Tenangkan diri sesaat sambil memikirkan hal-hal ringan seperti jenis buah-buahan, jenis olahraga air, atau nama-nama sahabat. Aktivitas itu akan membantu seseorang lebih cepat mengingat hal penting yang ia lupakan.
8. Bertamasya ke Masa Lalu
Melihat kembali hal-hal di masa lalu secara tidak langsung melatih ingatan jangka panjang. Saat pulang kampung misalnya, cobalah memunculkan kembali kenangan masa kecil.
9. Berpikir Lewat Gambar
Cara ini bisa dipraktikkan saat menyusun daftar belanja. Catat barang-barang yang akan dibeli sambil membayangkan diri sedang berjalan menyusuri lorong-lorong supermarket dan menemukan produk yang diinginkan.
10. Olahraga
Lakukan latihan fisik yang merangsang perbaikan sirkulasi darah seperti jogging, dan aerobik. Sirkulasi darah yang lancar akan meningkatkan produksi oksigen ke otak yang sangat bermanfaat untuk mempertajam kemampuan berpikir.

source : BERITA UNIK

Tips Cara Membuat Otak Terang dan Cemerlang


Otak merupakan salah satu bagian tubuh yang penting karena memuat berbagai pusat yang mengatur tubuh. Tapi ada cara mudah yang bisa dilakukan untuk membantu menyehatkan otak sehingga tetap terang dan cemerlang.

Untuk membuat otak tetap sehat dibutuhkan asupan makanan yang bisa meningkatkan otak serta melakukan beberapa latihan atau kegiatan yang dapat menjaga fungsi kognitif dari otak.

Berikut ini beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk menyehatkan organ tubuh otak :

Memberikan makanan yang baik untuk otak
Lebih dari setengah bagian otak terdiri dari lemak, karenanya lemak sangat dibutuhkan oleh otak untuk mempertahankan ketajaman berpikir dan berfungsi dengan baik.

Lemak yang dibutuhkan seperti asam lemak omega-3 yang penting untuk fungsi dan perkembangan kognitif otak, serta penggunaan lemak baik seperti minyak zaitun atau minyak canola.

Selain lemak, sayuran hijau juga bisa membantu melindungi otak dari penyakit Alzheimer dan demensia (kepikunan). Berdasarkan studi tahun 2009 yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Neurology menunjukkan bahwa bayam dan sayuran hijau lain yang mengandung folat bisa menangkal demensia dan kondisi penurunan kognitif lainnya.

Makanan dan minuman lain yang bisa meningkatkan kinerja otak adalah blueberry, blackberry, jus anggur ungu, apel, kayu manis dan sayuran seperti brokoli serta kembang kol.

Melenturkan otak
Dr Gayatri Devi selaku ahli saraf menyarankan msyarakat untuk melakukan aktivitas beragam sehingga bisa merangsang bagian otak lain yang mengarah pada kesehatan kognitif secara lebih baik dan menyeluruh.

Kegiatan yang bisa dilakukan adalah melakukan sudoku, lalu beralih ke soal matematika, mendengarkan musik klasik, menari, bermain tenis atau bersosialisasi dengan orang-orang. Beragam kegiatan ini akan menjaga otak dengan baik dan melatih otak agar tidak hanya satu bagian saja yang aktif.

Melakukan olahraga
Dr Devi menuturkan salah satu cara untuk membuat otak menjadi sehat adalah melalui latihan atau olahraga, karena latihan bisa membuat tubuh bekerja dengan baik dan fungsi kognitif menjadi lebih baik.

Dengan mendapatkan aktivitas fisik yang baik akan meningkatkan asupan oksigen dalam otak, memelihara sel-sel otak serta meningkatkan pertumbuhan sel saraf yang baru. Lakukanlah olahraga seperti aerobik 3-5 kali dalam seminggu.

source : BERITA UNIK

Peluang Usaha " Ternak Ulat Kandang Setiap 12 Hari, Ulat Bertelur Ribuan Ekor "

Pujianto menunjukkan ukuran ulat yang telah berusia 7 sampai 12 hari yang siap untuk dipanen
 Peternak ulat kandang Pujianto (30), warga Dusun Drudi, Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban mengatakan teknik memelihara ulat cukup sederhana dan tidak rumit. Ulat kandang ini diambil pengepul akan dijual lagi pada penghobi burung berkicau. Ia mebuat kotak-kotak papan berukuran 40 x 100 centimeter. Sebagian kotak untuk induk ulat sedangkan bagian lainnya untuk bayi ulat. Untuk tempat hidupnya, ulat itu memerlukan media hidup berupa media polar gandum dan bonggol jagung. Agar ulat tumbuh dan berkembang sehat, ulat dirawat dengan suhu kamar.
 Tujuannya agar suhu dan cahaya bisa terjaga. "Pernah saya taruh ulat ini diluar tapi kemudian banyak ulat yang mati," ujarnya. Menurutnya dengan menaruh ulat dalam rumah, ia justru semakin rajin menengok perkembangan ulat-ulat kandang peliharannya. Pujianto menempatkan rak induk ulat di ruang tengah, sedangkan bayi ulat ditempatkan di rak-rak di dapur. Berdasarkan pengalaman Pujianto, butuh waktu sekitar 12 hari agar ribuan induk ulat bisa bertelur.
Telur yang menetas kemudian dipilah dengan ayak lalu dipindahkan ke kotak khusus yang menjadi media pertumbuhan bayi ulat. Setelah bayi ulat berumur 7 sampai 12 hari, maka bayi ulat itu siap untuk dipanen. Pujianto menambahkan ulat-ulat yang siap jual tersebut, kemudian diambil pengepul ulat dengan harga antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogramnya. "Dalam sebulan bibit ini mampu tiga kali panen. Rata-rata sekali panen menghasilkan hingga lima sampai dua puluh kilogram ulat sekali panen," kata bapak satu anak ini. Pujianto mengatakan ilmu memelihara ulat kandang ini didapat secara otodidak. Mulanya ia melihat bagaimana adiknya memelihara ulat di kandang.
 "Kemudian saya mencoba sendiri sampai sepert ini," kata Pria yang juga membuka jasa perbaikan elektronik ini. Namun Pujianto mengaku ada dua faktor kendala usaha ternak ulat kandang ini. Pertama, mencari induk yang berkualitas. ini hanya bisa didapatkan di daerah Kediri dengan harga Rp 45.000 per kilogramnya. Kedua, media pakan yang bagus seperti polar gandum dan konsentrat ada di daerah Babat, Lamongan dengan harga kisaran Rp 120.000 per kantong.

 source : SURYA

Harta dan Ketenangan


Paulus Bambang WS
Perjalanan pulang pergi ke Balikpapan beberapa saat lalu berbeda dari biasanya bagi rekan saya yang saya panggil sebagai Bro Aria. Ia sudah melanglang buana ke manapun dan tidak terbersit kekhawatiran di hatinya ketika menghadapi pesawat sedang take off atau landing. Namun, hari itu ada yang berubah dari sikapnya. Ketika take off pagi, saya mengamati mulutnya komat-kamit dengan mata terpejam. Pulangnya, ketika pesawat mau landing, tangannya memegang erat kursi sambil tak lupa melakukan hal yang sama, alias berdoa. “Masih trauma Bro?” tanya saya setelah pesawat berhasil mendarat mulus. “Suasana mau landing tadi hampir sama dengan peristiwa itu. Tadi pesawat agak sedikit bergoyang ketika menyentuh landasan. Apa Bro tidak perhatikan?” jawabnya balik bertanya. “Ah tidak, biasa saja tuh. Mendaratnya mulus kok,” saya menjawab tanpa merasa empati terhadap apa yang dia rasakan. Memang Bro Aria dengan 41 kolega sekantor kami belum lama mengalami kejadian yang membuat beberapa orang traumatis. Sepulang acara Employee Day di suatu daerah di luar Jawa, mereka mengalami kejadian yang tak mengenakkan ketika pesawat yang mereka tumpangi akan landingdi Bandara Soekarno-Hatta. Pada percobaan pendaratan pertama gagal, lalu pesawat berputar lagi untuk mencoba pendaratan kedua. “Saya sudah melihat landasannya. Sudah sangat dekat. Eh, ternyata pesawat naik lagi dengan kecepatan tinggi. Saya sudah berpikir pasti ada yang tidak beres,” cerita Bro Aria dan beberapa rekan kami. “Suasana semakin gaduh ketika pramugari tidak memperbolehkan penumpang pergi ke kamar kecil. Timbul pertengkaran kecil antara penumpang dan pramugari dan antarpenumpang yang sudah mulai panik dengan kondisi itu. Situasi baru tenang ketika dengan terpaksa pramugari mengatakan, “Bapak dan Ibu sekalian, silakan duduk di tempat masing-masing. Kamar kecil untuk sementara ini tidak boleh dipergunakan sampai ada petunjuk dari Kapten. Pesawat kita dalam keadaan kritis. Silakan berdoa menurut kepercayaan masing masing,” kali ini Zus Hera, rekan Bro Aria yang memberikan laporan ke saya pada kesempatan pertama kami bertemu. Pada percobaan pendaratan ketiga, akhirnya pesawat bisa mendarat dengan baik. Namun dari balik jendela, terlihat pemadam kebakaran sudah siap di mana-mana dan pesawat diparkir di remote area. “Katanya ada masalah di rodanya Pak,” kata sopir saya, Bung Muhtar, yang juga ikut jalan-jalan bersama rekan yang lain. “Apa yang kamu pikirkan ketika pesawat dua kali gagal melakukan pendaratan?” kali ini jiwa wartawan saya muncul. Saya menanyakan ke beberapa orang yang saya pilih secara acak untuk sampel. “Saya memikirkan apakah keluarga saya tahu polis asuransi dan nomor rekening bank saya ya. Saya berdoa minta ampun atas segala dosa saya sehingga kalau harus mati, saya mati dengan husnulkhatimah. Beruntung saya baru saja menutup asuransi, jadi yang saya lakukan membuka file foto anak anak saya di iPad,” begitu beberapa kesimpulan yang saya dapatkan dari kalangan “atas”. “Kalau kamu apa yang kamu pikirkan saat itu?” kali ini saya interogasi Bung Muhtar dengan keinginan tahu yang sangat besar. “Saya mah pasrah saja Pak. Berdoa agar selamat, kalau tidak selamat ya pasrah saja,” katanya tanpa bermaksud menutupi rasa traumatisnya. “Apa kamu tidak berpikir keluargamu dan penghidupan mereka?” kali ini saya agak sedikit mendesak. “Ah Pak, saya sudah pasrah sama Yang Maha Kuasa saja,” kali ini ia menjawab dengan rasa haru. Pengalaman ini membuat saya mengerti arti sesungguhnya antara harta dan ketenangan. Rupanya semakin orang “berada”, semakin banyak memiliki – entah itu harta, posisi, ataukah ilmu – semakin mungkin merasa kehilangan karena banyaknya yang ia miliki. Ketika kepemilikannya akan diambil oleh Yang Maha Memberi, yang punya banyak tidak rela, tidak mau dan tidak pasrah dibandingkan dengan yang sedikit memiliki. Harta, posisi, ilmu hanya memberikan ketenangan bagi yang mendapat manfaatnya, misalnya sanak keluarganya, tetapi ini justru membebani si empunya untuk melepaskannya. Ia tidak yakin dengan banyaknya yang ia miliki, keluarganya akan tenang menghadapi masa depan. Baginya masih kurang untuk memberikan yang sudah berlebihan itu. Ekstrem lain – karena ia memiliki banyak – ia tak mau melepas yang banyak itu sekarang. Ia tak rela pasrah itu sekarang. Ia ingin menikmatinya selama mungkin. Kalau bisa ia akan memohon seribu tahun lagi. Berbeda dari Bung Muhtar yang dari segi materi, posisi, kepintaran jauh berbeda dari teman-teman di atas. Bung Muhtar cepat pasrah, karena ia tidak memiliki banyak untuk digenggam di tangannya. Soal kehidupan masa depan keluarganya, ia pasrahkan ke tangan Ilahi yang ia yakini akan menjaga, walaupun tangannya sendiri tidak merangkul buah hatinya lagi. Belajar dari pengalaman ini, rasanya kita harus kembali ke khitah. Manusia tidak hanya hidup oleh roti saja. Manusia tidak hanya tenang oleh materi saja. Sebaliknya, manusia harus hidup dengan perbuatan baik sehari-hari kala kesempatan masih ada. Jangan menunggu sampai kejadian traumatis tiba dan kita berdoa meraung-raung menyesali kesempatan yang terlewatkan. Sayangi istri dan anak Anda, karena istri adalah anugerah dan anak adalah karunia, your job is to love them more than your jobs. Perhatikan karyawan Anda, jangan hanya fokus pada keuntungan buat perusahaan dan diri sendiri, mereka adalah titipan Ilahi untuk Anda pelihara. Kalau ini kita lakukan, ketenangan akan kita alami di situasi apa pun dan dalam keadaan apa pun.

 source : SWA

Mengintip Kemitraan Tahu Goreng Aneka Rasa

Camilan tahu goreng sudah populer di kalangan masyarakat kita. Supaya punya ciri khas dan cita rasa khusus, Herman Susilo di Surabaya berkreasi dengan menambah beragam rasa pada tahu goreng buatannya. Maka, lahirlah camilan yang dinamai Kuch2 HoTahu. Herman memilih nama itu supaya menarik dan gampang diingat. Meski usaha ini baru dirintis tahun 2011, ia berani langsung menawarkan kemitraan. Ia mengklaim sudah memiliki ratusan gerai Kuch2 HoTahu, di seluruh Indonesia. "Ada 20 gerai milik pusat yang berlokasi di Kudus. Sisanya, milik mitra," ujar Diah Sri Mulyani, pegawai Kuch2 HoTahu. Pembuatan tahu goreng Kuch2 HoTahu hampir sama dengan tahu goreng biasa. Hanya, setelah digoreng, tahu ditaburi atau dibalur dengan bumbu kering racikan Herman. Ada 20 pilihan rasa, seperti keju, pedas, pizza, sapi panggang, balado, jagung dan ekstra hot. Setiap bungkus berisi 15 potong tahu, dan dibanderol berkisar Rp 3.000-Rp 3.500 per bungkus. Tertarik menjajal usaha ini? Siapkan investasi Rp 8,5 juta jika Anda berada di Pulau Jawa. Namun, jika di Luar Pulau Jawa, investasinya lebih mahal, yaitu Rp 9,5 juta. Mitra akan mendapat satu gerai berukuran 60x130x170 cm, satu set perlengkapan masak, seragam karyawan, training karyawan lewat VCD, dan manual standard operating procedure (SOP) usaha ini. Mitra hanya diwajibkan membeli bumbu dari pusat. "Harga jual produk tergantung lokasi daerah," jelas Diah. Dengan asumsi tiap hari menjual 60 bungkus, mitra bisa meraup omzet Rp 5,4 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya produksi, sewa tempat dan gaji karyawan, keuntungan bersih mitra mencapai Rp 1,7 juta sebulan. Maka, mitra bisa balik modal dalam 5 bulan. Kini, Kuch2 HoTahu juga memiliki lebih dari 10 mitra master kemitraan yang menguasai tiap provinsi. Hingga akhir tahun ini, Herman berharap melawat mitra master, jumlah total mitra bisa bertambah menjadi 500 mitra. source : KOMPAS