Me 1

Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah. Jatuh bukan berarti kalah, itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.

Me 2

Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

Me 3

Hidup ini terlalu berharga tuk habiskan waktumu memikirkan dia yang tak memperlakukanmu dengan baik, dan tak pernah menganggapmu ada.

Me 4

Jangan membenci mereka yang mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena merekalah yang buatmu semakin kuat setiap hari.

Me 5

Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan.

Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan

Misi 'Berani Mati' ke Mars Banjir Peminat

Mars dan Bumi (ilustrasi) (wakpaper.com)

Pernahkah terbesit di benak Anda untuk bertamasya ke luar angkasa? Bisa ya, bisa tidak. Berbahaya? Pasti. Skenario terburuk adalah mati dan jasad Anda melayang-layang di luar angkasa.

Tapi, masih ingatkah Anda dengan tawaran perjalanan ke Mars? Itu masih berlaku. Jika dibayangkan, Anda akan berada di dalam sebuah ruangan kecil RV, dan menghirup udara daur ulang selama satu tahun lebih, sampai 501 hari.

Tidak itu saja, Anda akan meminum air kencing sendiri yang sudah dimurnikan. Jika Anda meninggal, maka mayat akan kering dan membeku.
Tak berhenti di situ, Anda juga akan merasakan kecepatan 8,8 mil per detik ketika kapsul RV memasuki atsmosfer sebelum jatuh ke Bumi.

Terdengar sangat menyakitkan? Asal Anda tahu, dilansir Fox News, misi mengirimkan sepasang suami-istri untuk melakukan perjalanan pulang-pergi ke Planet Mars ini ternyata banjir peminat.

"Sampai saat ini, kami sudah menerima seribu lamaran," kata Jane Poynter, Presiden Paragon Space Development Corp, saat berbicara di acara Simposium Luar Angkasa Nasional di Amerika Serikat.

Ia menyampaikan, beberapa dari pengirim lamaran menyatakan sangat antusias untuk ke Planet Mars. "Tapi, tolong jangan kirim lamaran itu sekarang, karena kami belum membuka lowongan ke luar angkasa," ujar Poynter.

Dia mengatakan, timnya sudah siap dengan tantangan untuk mengirimkan manusia ke luar angkasa. Misi itu terus dipersiapkan sampai matang hingga selesai pada Januari 2018.
Senada dengan hal tersebut, Taber MacCallum, Kepala Teknologi Inspiration Mars Foundation juga mengatakan, merupakan sebuah tantangan besar untuk menjaga agar dua penumpang itu tetap selamat hingga kembali ke Bumi.

"Tim medis kami telah melakukan eksperimen dari sampel-sampel biologis para mantan astronot. Kami sedang mempelajari efek-efek yang ditimbulkan dari perjalanan panjang di luar angkasa," tutur MacCallum.

Seperti diberitakan VIVAnews sebelumnya, Inspiration Mars Foundation dan Paragon Space Development Corp menjalin kerja sama untuk mengirimkan dua orang ke Planet Mars.

Pendiri Inspiration Mars Foundation Dennis Tito mengatakan, tujuan dari misi mengirimkan orang ke luar angkasa adalah untuk menginspirasi masyarakat dunia untuk berani melakukan penjelajahan ruang angkasa jarak jauh.

"Misi ini akan membuktikan bahwa manusia biasa mampu menjelajahi ruang angkasa," kata Tito.



Astronot AS Neil Armstrong saat berada di bulan, 20 Juli 1969


Bertamasya ke Luar Angkasa, Mau?

Ke bulan atau Planet Mars? Tinggal pilih.


Konsep pesawat lunar Golden Spike masa depan. (Nbcnews.com)
Di era tahun 60-an, merencanakan liburan ke Planet Mars terdengar seperti cerita fiksi ilmiah. Tapi, pada dekade ini, rencana itu bukanlah sebatas khayalan. Proyek miliaran dolar ini akan dilakukan oleh pihak swasta, bukan oleh pihak-pihak pemerintah, seperti NASA.

Golden Spike, bersama beberapa perusahaan lain yang didukung badan antariksa, telah merencanakan wisata ekspedisi dengan mengirimkan dua orang ke bulan pada tahun 2020. Proyeknya ini akan menghabiskan dana sebesar US$1,4 miliar, setara Rp13,5 triliun, per misi,

Lain lagi dengan Inspiration Mars Foundation, mereka sedang bersiap-siap meluncurkan sepasang suami istri yang ingin "bertamasya" ke Mars pada tahun 2018. Disiarkan VIVAnews sebelumnya, waktu yang ditempuh untuk perjalanan pergi dan pulang diperkirakan 501 hari.

Rencana kedua perusahaan untuk mengirimkan manusia ke ruang angkasa mendapat dukungan dari NASA. Namun, tidak termasuk dukungan finansial. Kedua perusahaan masih mengumpulkan donasi dan sponsor untuk merealisasikan megaproyek ini.

Inspiration Mars boleh dibilang mujur. Rencananya menerbangkan pesawat ke luar angkasa mendapat dukungan dari jutawan asal California, Dennis Tito. Ia mengatakan, rencananya ini adalah murni untuk kemanusiaan, tujuannya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan bagi generasi muda di dunia, khususnya Amerika Serikat.

Menurut Taber MacCallum, Kepala Teknologi Inspiration Mars Foundation, tim kini masih dalam tahap persiapan dengan melakukan beberapa uji coba dan sejumlah hasilnya telah dilaporkan ke Tito.

"Ia (Tito) pun telah berkomitmen untuk mendukung usaha ini untuk dua tahun pertama. Selanjutnya, ia sedang menambah pemasukkannya, karena misi ini butuh biaya yang sangat mahal," kata MacCallum, dilansir NbcNews, 7 Oktober 2013.

Beda halnya dengan Golden Spike. Dalam hal pembiayaan, perusahaan menyiasatinya dalam sebuah bisnis. Ya, mungkin dibuatkan semacam karcis untuk perjalanan wisata ke bulan. Namun, untuk biaya belum disebutkan.

Golden Spike menegaskan bahwa misi ke bulan ini sudah menggunakan teknologi tinggi dan minim resiko. "Bahkan, kami sudah tahu pesawat luar angkasa akan mendarat di mana sebelum proses peluncuran," tegas Doug Griffith, salah seorang penasehat di Golden Spike.



Mulai tahun depan, perusahaan membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin terbang ke bulan. "Tak perlu meragukan misi ini. Kami sudah mempelajari bagaimana NASA mengirimkan astonot ke bulan pada tahun 1969. Jadi, ini adalah waktu yang tepat untuk Anda terbang ke bulan," tutur Griffith.

Apakah misi Golden Spike dan Inspiration Mars Foundation melepas pesawat ke luar angkasa berjalan mulus? Kita lihat saja beberapa tahun ke depan.

source : VIVA

Pohon yang Dinyatakan Punah Ditemukan Lagi


Ekspedisi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Pulau Mursala, Tapanuli Barat, Sumatera Utara, menemukan lagi pohon kayu keras jenis meranti, Dipterocarpus cinereus Sloot, yang dinyatakan punah tahun 1998. Penyelamatan keanekaragaman hayati diyakini belum terlambat. ”Hanya sedikit pohon itu yang tersisa di Pulau Mursala. Perlu diselamatkan,” kata Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mustaid Siregar, Rabu (10/4/2013), di Bogor, Jawa Barat. Penyelamatan hayati untuk menemukan manfaat lain yang lebih besar.
 Menurut anggota tim ekspedisi Yayan Wahyu, masyarakat lokal menyebut pohon kayu tersebut sebagai keruing. Jenis kayu itu bernilai ekonomi tinggi dengan jumlah yang sudah sedikit di habitatnya di Pulau Mursala. Tim ekspedisi terdiri atas kelompok peneliti Reintroduksi dan Restorasi Kebun Raya Bogor. Mereka adalah Yayan Wahyu C Kusuma, Wihermanto, Selin Siahaan, dan Rahmat. Tim ekspedisi ingin memastikan keberadaan jenis pohon kayu yang sudah dinyatakan punah itu. Berdasarkan catatan herbarium, pohon itu pertama kali ditemukan pegawai Jawatan Kehutanan berkebangsaan Belanda, AV Theunissen, tahun 1916. Sebelas tahun berlalu, jenis pohon yang saat itu sudah tergolong sedikit ini diidentifikasi Dirk Fok van Slooten. Tahun 1998, Lembaga Konservasi Alam Dunia (IUCN) menyatakan jenis pohon ini hilang atau punah. Menurut Mustaid, Indonesia wajib menjalankan konvensi internasional mengenai penyelamatan keanekaragaman hayati atau Convention on Biological Diversity (CBD).
Dipterocarpus alatus, kerabat dekat Dipterocarpus cinereus Sloot.
 Hal itu, antara lain, karena telah ditetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Keanekaragaman Hayati. Peringkat Indonesia Data terbaru dari daftar merah IUCN tahun 2012, Indonesia berada pada peringkat ke-5 bersama Brasil sebagai negara dengan jumlah tumbuhan terancam kepunahan tertinggi di dunia. Tercatat sebanyak 393 jenis tumbuhan dari total 1.063 jenis tumbuhan terancam punah. Jumlah itu meningkat 1,7 persen dibandingkan dengan tahun 2010. Mustaid menyebutkan, tim ekspedisi Pulau Mursala menemukan lebih dari 70 koleksi tumbuhan dengan 200 spesimen. Setidaknya, tujuh jenis pohon meranti-merantian (Dipterocarpaceae) langka sesuai daftar merah IUCN telah ditemukan. Di Sumatera, teridentifikasi 8 marga dan 112 jenis tumbuhan dalam suku Dipterocarpaceae.
 Sebanyak 12 jenis di antaranya tercatat terdapat di Pulau Mursala. ”Tim ekspedisi menemukan 10 jenis,” kata dia. Kesepuluh spesies Dipterocarpaceae tersebut meliputi Dipterocarpus cinereus Sloot (sudah dinyatakan punah). Selebihnya, sebagian besar terancam punah yang meliputi Dipterocarpus caudatus Foxw. s.sp. penangianus (Foxw) Ashton, Dipterocarpus kunstleri King, Vatica perakensis King, Vatica pauciflora Blume, Dryobalanops aromatica C.F. Gaertn, Dryobalanops oblongifolia Dyer, Shorea parvifolia ssp. parvifolia, Shorea macrantha Brandis, dan Hopea cf bancana (Boerl.) Sloot. ”Keberadaan kebun raya tematik pohon meranti-merantian termasuk sangat mendesak untuk diwujudkan,” kata Mustaid.

 source : KOMPAS

Tingkat Stres Ibu Beranak Autis Setara Tentara Perang


Para ibu yang memiliki anak autistik dideteksi mengalami kelelahan dua kali lebih banyak dan menghadapi situasi stres tiga kali lebih banyak (thinkstockphoto) Di Amerika Serikat, prevalensi anak autisme meningkat menjadi satu berbanding 50 dalam kurun waktu setahun terakhir. Prevalensi terbaru ini dikemukakan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada Maret 2013.
 Survei dilakukan melalui telepon dengan sasaran 100.000 orang tua, dengan kurun waktu 2011 dan 2012. Selain terkait kesehatan secara umum, pertanyaan yang diajukan terhadap para orang tua adalah: apakah dokter memiliki peran dalam memberikan informasi bahwa anak mereka menyandang autisme? Prevalensi dalam hasil survei ini meningkat dibandingkan hasil survei CDC tahun lalu yang menyatakan bahwa angkanya adalah 1 dari 88 anak.
 Salah satu penyebab peningkatan ini adalah adanya diagnosis yang lebih baik terkait Spektrum Autistik. Namun, sama seperti survei sebelumnya, anak lelaki yang terdeteksi menyandang autisme berjumlah empat lebih banyak dibandingkan dengan anak perempuan. Menurut psikolog Adriana S Ginanjar dalam bukunya Menjadi Orang Tua Istimewa, beberapa ciri khas yang ada pada anak autistik adalah mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain, memiliki hambatan dalam berbicara dan berkomunikasi, serta tingkah laku repetitif dan minat yang sempit. Pada 2009, para peneliti dari University of Wisconsin-Madison mengikuti sekelompok ibu yang memiliki anak autisme remaja dan dewasa selama delapan hari. Saat mengukur hormon yang terkait dengan stres, mereka menemukan bahwa kadarnya hampir sama dengan tingkat stres tentara yang sedang berperang.
Hal ini dituangkan dalam Journal of Autism and Developmental Disorders. Para ibu yang memiliki anak autistik dideteksi mengalami kelelahan dua kali lebih banyak dan menghadapi situasi stres tiga kali lebih banyak, dibandingkan dengan ibu pada umumnya. Namun, keduanya tetap sama-sama mengalami berbagai hal positif.

 source : NATIONALGEOGRAPHIC

Mungkinkah Mengubah Mars Menjadi Bumi Baru?

Jejak Aliran Air di Mars yang diambil dengan lensa kamera Mastcam milik Curiosity pada 14 September 2012 dan dirilis oleh NASA pada 27 September 2012.

Jumlah penduduk Bumi diperkirakan meledak ke angka sepuluh miliar orang pada 2050 mendatang. Dengan semua kondisi yang ada sekarang, angka ini diprediksi tidak akan mampu ditampung oleh Bumi. Jika demikian, apakah mungkin mencari Bumi baru? Planet yang menjadi pembicaraan saat ini adalah Mars. Tetangga Bumi yang berjuluk Planet Merah ini, menurut perhitungan, masuk dalam zona yang bisa didiami. Suhu permukaannya juga masih bisa ditoleransi oleh manusia. Jika memang potensial, bisa dilakukan proses teraformasi di Mars. Teraformasi merupakan proses hipotesis di mana kita bisa merancang permukaan seluruh planet tertentu agar bisa ditinggali manusia. Manusia pernah melakukan ini pada Bumi dengan hasil yang menguntungkan. Kita hidup dan berkembang biak hingga sekarang. Namun, merancang satu kesatuan planet yang benar-benar asing adalah hal berbeda. "Teraformasi sudah menjadi topik fiksi lama. Kini, dengan pakar sebenarnya yang meneliti kenyataan, kami bisa mempertanyakan kemungkinan nyatanya, sama dengan ramifikasi potensial atau mengubah Mars," ujar Michael Meyer, peneliti biologi NASA, dikutip pada tahun 2004. Arti sebenarnya dari teraformasi adalah pembentukan Bumi, dalam artian menciptakan planet tandus menjadi Bumi yang baru. Dibutuhkan beberapa kunci utama, seperti atmosfer dengan tekanan cukup, oksigen, karbon dioksida, dan temperatur yang memungkinkan munculnya air. Namun, seperti layaknya pembangunan, akan ada tantangan. Mars kurang memiliki oksigen dan air—dua kunci kehidupan makhluk hidup di Bumi. Selain itu, dipertanyakan juga etika menduduki planet lain, yang menurut beberapa pihak sebagai ide sesat.
 source : KOMPAS

Ponsel, 40 Tahun dalam Genggaman

Pada 3 April 1973 di kota Manhattan, Amerika Serikat, seorang insinyur Motorola bernama Martin Cooper melakukan panggilan pertama dengan telepon seluler. "Joel, ini Martin. Saya menelepon Anda dari telepon seluler. Telepon seluler portabel nyata dalam genggaman," kata Cooper kepada teman sekaligus pesaingnya, Joel Engel, yang bekerja sebagai kepala riset di Bell Lebs. Demikianlah percakapan pertama yang dilakukan manusia melalui telepon seluler atau kini dikenal sebagai ponsel. Cooper menelepon dengan ponsel Motorola DynaTAC 8000x yang berukuran besar dan bobotnya mencapai 2,5 kg. Bobot yang jauh berbeda dengan ponsel modern saat ini. Ponsel masa kini digunakan bukan sekadar untuk menelepon atau mengirim pesan singkat saja. Fungsinya makin cerdas, bisa untuk menjalankan beragam aplikasi yang mendukung produktivitas kerja manusia. Martin Cooper, yang kerap disapa Marty, dikenal sebagai "bapak ponsel" karena memelopori kelahiran industri komunikasi nirkabel. Lahir di Ukraina pada 26 Desember 1928, kemudian ia hijrah ke Chicago, Illinois, AS. Ia bergabung dengan Motorola pada 1954 sebagai insinyur yang mengembangkan peralatan telekomunikasi bergerak. Visinya dalam teknologi ponsel pertama kali disusun pada akhir tahun 1960, ketika telepon mobil diciptakan oleh perusahaan telekomunikasi AT&T. Penemu yang penuh visi Dalam wawancara dengan BBC, Cooper mengatakan ingin menciptakan sesuatu yang akan mewakili individu sehingga seseorang bisa menetapkan sebuah nomor. "Bukan (nomor yang ditujukan, red) ke suatu tempat, bukan ke meja, bukan untuk rumah, tapi untuk seseorang," tegas Cooper, seraya bertekad ingin menjadikan ponsel sebagai benda pribadi. Ia dahulu berpikir bahwa produksi awal ponsel pada 1983 membutuhkan biaya 3.500 dollar AS. Hal ini mungkin jadi penghalang misinya yang ingin membuat ponsel diproduksi secara massal. Tetapi, ia percaya bahwa suatu hari ukuran ponsel akan berevolusi menjadi kecil dan biaya produksinya semakin murah. "Kami membayangkan bahwa suatu hari ponsel akan sangat kecil sehingga Anda bisa menggantungnya di telinga, atau bahkan ponsel akan tertanam di bawah kulit Anda," katanya. Berkat kerja kerasnya, Cooper memegang 11 paten teknologi dan dianggap sebagai salah satu penemu terkemuka di abad 20 serta diakui sebagai inovator dalam manajemen spektrum frekuensi radio. "Ini menyenangkan saya yang pada akhirnya memiliki beberapa dampak kecil pada kehidupan masyarakat karena ponsel ini memang membuat kehidupan masyarakat lebih baik. Mereka mempromosikan produktivitas, mereka membuat orang lebih nyaman, mereka membuat manusia merasa aman dan semua hal lain," jelas Cooper. Lelaki berusia 85 tahun ini sekarang masih duduk di dewan komite yang mengurus telekomunikasi Amerika Serikat. Bersama Arlene Harris, istri sekaligus mitra kerjanya, Cooper mendirikan beberapa perusahaan teknologi dan telekomunikasi yang sukses, antara lain Dyna LLC, GreatCall, dan Arraycomm.

 source : LINTAS IPTEK

Kuburan Massal 2.000 Tentara Jepang di Iwo Jima

Kuburan Masal 2.000 Tentara Jepang Ditemukan di Iwo Jima. Dua kuburan masal yang dapat menyimpan mayat lebih dari 2.000 tentara Jepang telah ditemukan di Pulau Iwo Jima, salah satu tempat pertempuran paling berdarah dan paling ikon Perang Dunia II. Sebuah tim peneliti Jepang telah menemukan 51 mayat berada di dua daerah lokasi yang tercatat oleh militer AS setelah perang sebagai kuburan musuh. Satu kubur dapat berisi sebanyak 2.000 mayat. untuk menyelesaikan semua pekerjaan ini tentunya memakan waktu berbulan-bulan. Pertempuran di pulau Pasifik mengakibatkan korban 6821 Amerika dan 21.570 Jepang nyawa hilang. Tubuh 12.000 tentara Jepang belum pernah ditemukan. Pejabat di Departemen Kesehatan Jepang, yang mengawasi upaya pencarian di pulau terpencil, menegaskan bahwa 51 mayat telah ditemukan dan dua lokasi yang diyakini kuburan telah ditemukan. Tapi mereka tidak bisa segera mengkonfirmasi ukuran potensi kuburan massal atau rincian lain laporan berita Kyodo tersebut. Penemuan tetap akan menjadi salah satu terobosan terbesar dalam beberapa dekade ke arah menemukan tubuh sekitar 12.000 Jepang yang masih hilang dan diduga tewas setelah pertempuran 1945 di pulau yang telah diubah namanya Iwoto oleh pemerintah Jepang.

  Pulau ini dipandang sebagai kunci Amerika Serikat karena memiliki tiga lapangan udara yang dapat digunakan untuk memulai serangan di Tokyo dan pulau-pulau utama Jepang. Quote: Hampir semua dari 22.000 tentara Jepang bertugas membela daerah vulkanik tewas dalam pertempuran, yang menjadi simbol dan titik kumpul bagi Amerika Serikat dalam perang Pasifik setelah bendera negara dikibarkan di dataran tertinggi, Gunung Suribachi. Pertempuran diklaim melibatkan 6.821 Amerika dan 21750 Jepang. Puluhan penemuan mayat setiap tahun, namun sekitar 12.000 Jepang masih diklasifikasikan sebagai hilang dalam aksi tersebut dan diduga tewas di pulau itu, bersama dengan 218 orang Amerika.

Pertempuran dimulai pada 19 Februari 1945, tapi Iwo Jima tidak dinyatakan merdeka sampai Maret 26. Jepang menyerah pada bulan Agustus tahun itu, setelah bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Menurut laporan Kyodo, pencari menggali dekat landasan pacu di sebuah pangkalan yang digunakan oleh militer Jepang – penduduk hanya banyak dipulau dan di kaki Suribachi.


 Dikatakan operasi dimulai awal bulan ini berdasarkan informasi dari US National Archives dan Administrasi Records. Laporan itu mengatakan situs utama diperkirakan memiliki sekitar 2.000 mayat dan situs Suribachi 70-200 mayat. Dikatakan upaya pemulihan diperkirakan memakan waktu beberapa bulan. source : VIVA

Sepeda Pertama di Dunia


Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.


Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.

Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede.

Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.







source : CLUSBI

Makhluk Ini Setengah Manusia Setengah Kera

Ilmuwan baru-baru ini berhasil mengungkap karakteristik spesies Australopithecus sediba. Mereka mengungkap bahwa spesies tersebut memiliki karakteristik setengah manusia setengah kera. A sediba adalah spesies kuno yang eksis sekitar 2 juta tahun lalu. Spesies ini adalah anggota bangsa Australopithecines. Dalam evolusi, perkembangan bangsa tersebut yang kemudian memunculkan spesies manusia. Jeremy DeSilva dari Boston University yang menjadi pemimpin analisis fosil tulang A sediba menjelaskan, ada beberapa karakter yang menjadikan spesies tersebut dikatakan punya karakter manusia maupun kera. Bagian atas tulang rusuk spesies itu mirip kera, tetapi bagian bawahnya mirip manusia. Sementara tulang tangan, kecuali bagian pergelangan tangan dan telapak tangan, mirip kera, yang menunjukkan adanya keahlian untuk memanjat. Karakter gigi A sediba juga merupakan perpaduan antara manusia dan kera. Debbi Guatelli Steinberg dari Ohio University yang juga terlibat riset menuturkan, selain A sediba, spesies lain yang punya gigi mirip manusia adalah A africanus. Ciri tulang kaki A sediba juga unik. Bagian telapak kaki belakang sempit sehingga tak mendukung gaya jalan tegak. Namun, tulang pinggul menunjukkan karakteristik yang mendukung berjalan tegak. Dengan karakteristik itu, A sediba juga mempunyai gaya jalan yang khas. Jika manusia menapak tanah dengan bagian telapak kaki belakang lebih dulu, A sediba menapak tanah dengan bagian samping kaki lebih dulu. Selanjutnya, telapak kaki akan melingkar ke dalam. Bagaimana jika manusia berjalan dengan gaya yang sama dengan spesies ini? DeSilva seperti dikutip AP, Kamis (11/4/2013), mengatakan, "Saya telah berjalan keliling kampus dengan cara ini dan ini menyakitkan." A sediba memiliki karakteristik tulang kaki yang khas sehingga rasa sakit tidak muncul. DeSilva mengungkapkan, karakteristik spesies itu dikembangkan untuk mendukung aktivitas memanjat sekaligus berjalan tegak di tanah. Meski karakteristik A sediba telah diketahui, ilmuwan belum bisa menyimpulkan apakah memang A sediba nenek moyang langsung spesies manusia. Ilmuwan juga belum mengetahui apakah A sediba lebih dekat kekerabatannya dengan manusia dibanding A africanus. source : KOMPAS

Pelabuhan Tertua di Dunia Ditemukan


Arkeolog menemukan pelabuhan tertua di dunia. Pelabuhan tersebut ditemukan di tepi Laut Merah, yang dipercaya berusia 4.500 tahun dan aktif pada masa Firaun Khufu (Cheops).

Tim arkeolog yang menemukan percaya bahwa pelabuhan yang ditemukan merupakan yang paling penting pada masa Mesir Kuno. Pelabuhan digunakan untuk membantu pengangkutan tembaga dan mineral lain ke Semenanjung Sinai.

Diberitakan Daily Mail, Selasa (16/4/2013), pelabuhan yang ditemukan dibangun di wilayah bernama Wadi al-Jarf, 180 km di sebelah selatan Terusan Suez. Pelabuhan ini diduga 1.000 tahun lebih tua dari struktur pelabuhan mana pun di dunia.

The harbor, discovered on the Red Sea coast, is believed to date back 4,500 years, to the days of the Pharaoh Khufu (Cheops) in the Fourth Dynasty

Bersama penemuan pelabuhan tersebut, peneliti juga menemukan 40 papirus yang memberi gambaran kehidupan Mesir Kuno pada masa kekuasaan Firaun Khufu.

Papirus mengungkap petunjuk bagi para pekerja di pelabuhan untuk mendapatkan roti dan bir. Papirus juga mengungkap aktivitas Merrer yang terlibat pada pembangunan Piramida Giza, kuburan Khufu.

"Dia melaporkan perjalanannya ke lahan batu kapur untuk mendapatkan bahan yang digunakan untuk membangun piramida," kata Mohhamed Ibrahim, Menteri Kebudayaan Mesir.

They includes details of the arrangements for getting bread and beer to the workers heading out from the port. One tells of an official named Merrer, who was involved in building the Great Pyramid of Giza

"Meski kita takkan belajar apa pun dari konstruksi monumen Cheops ini, catatan ini menyuguhkan wawasan pertama kali tentang hal ini," imbuh Ibrahim. Peneliti yang terlibat dalam penemuan pelabuhan ini berasal dari Badan Arkeologi Perancis.

source : KOMPAS

Benarkah Hujan Bisa Ganggu TV Satelit?


Apalagi jika dibarengi petir, layar TV bisa mendadak gelap.


Jika Anda berlangganan TV satelit, baik di rumah, di kantor, atau di rumah kost, tentu layanan bermasalah ketika hujan bukan sesuatu yang baru. Apalagi ketika hujan besar dengan halilintar yang bersahut-sahutan, layar TV bisa mendadak gelap. Semua saluran TV tidak bisa diakses.

Pertanyaannya, apakah hujan yang menjadi penyebab siaran TV satelit terganggu?

Jawabannya, ya. How It Works Daily melansir, TV satelit umumnya menggunakan frekuensi EM dalam jangkauan gelombang mikro.
Panjang gelombang itu antara satu milimeter ke satu meter dengan radio frekuensi antara 0.3 - 300 GigaHertz (GHz). Gelombang ini sangat mudah diserap oleh air. Dengan begitu, air hujan bisa mengurangi kekuatan sinyal atau siaran.
Tetapi, penyelenggara layanan TV satelit mensiasati gangguan uplink itu dengan memperbesar atau memperkuat gelombang mikro, juga menggunakan beberapa stasiun uplink di lokasi yang berbeda agar siaran TV tetap stabil, sehingga pelanggan tetap dapat menikmatinya.

Namun, ada kalanya siaran TV tetap mati ketika hujan besar mengguyur sekitar rumah pelanggan. Pasalnya, jika gelombang mikro dipaksakan menyala dengan jumlah besar, decoder atau alat penerima gelombang di rumah pelanggan tidak pasti kuat menerimanya. Risiko terburuk, alat decoder malah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Di Indonesia, ada beberapa stasiun televisi berlangganan satelit yang populer, misalnya Indovision, Aora TV, Nexmedia, dan YesTV. Dahulu, sempat ada Astro yang cukup membumi. Namun, perusahaan asal Malaysia itu ditutup karena perseteruan antara pemilik saham Astro Malaysia dan Grup Lippo.

source : VIVA